Selamat Datang di Website Pemerintah Kabupaten Musi Rawas

Home UMUM Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes

Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes

Diposting Tanggal: 11 Apr 2018 | Dilihat : 71 Orang | UMUM

Musi Rawas, "pengelolaan dana desa harus betul-betul digunakan untuk kesejahteraan masyarakat bukan untuk digunakan untuk kepentingan pribadi. selain itu, hal utama yang harus dimiliki dalam mengelola dana desa dan alokasi dana desa adalah kejujuran", hal ini yang disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menjadi narasumber Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes, Kabupaten Musirawas dan Muratara yang digelar di Gedung Bagas Raya Kota Lubuk linggau, Senin (9/4/2018).

"Kurang cerdas itu dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap itu dapat dperbaiki dengan pengalaman. Tapi kalau kurang jujur, itu payah memerbaikinya. Program-program dapat berjalan dengan baik kalau kita jujur", ujarnya.

Turut hadri dalam Kegiatan ini Kepala OPD, Camat, dan para kepala desa se Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Muratara

Selain itu, dirinya juga menyatakan bahwa ada beberapa modus yang biasa dilakukan oleh oknum kepala desa dan pejabat pemerintahan dalam penyelewengan dana desa dan dana alokasi desa. Yang tidak diharapkan untuk ditiru.

Modusnya, antara lain membuat rancangan anggaran diatas harga pasar, mempertanggung jawabkan pembiayaan bangunan fisik dengan dana desa padahal proyek tersebut bersumber dari sumber lain.

Kemudian modus lainnya, meminjam sementara dana desa untuk kepentingan pribadi namun tidak dikembalikan.
Lalu pemungutan atau pemotongan dana desa oleh oknum pejabat kecamatan atau kabupaten.

Selanjutnya penggelembungan atau mark up pembayaran alat tulis kantor, memungut pajak atau retribusi desa namun hasil pungutan tidak disetorkan ke kas desa atau kantor pajak. Modus lain, adalah melakukan permainan kongkalikong dalam proyek yang didanai dana desa dan membuat kegiatan proyek fiktif yang biayanya dibebankan dengan dana desa.
"Penyebabnya adalah, gaya hidup hedonis. Status kades jadi arogan dan berkuasa, adanya status sosial seorang kepala desa di mata masyarakat.

 


Tags :   

Polling

Bagaimana Tampilan Website ini ?

Bagus Sekali
Lumayan Bagus
Sederhana
Tidak Menarik

Video

  Hit Today : 150
  Total Hit : 420295
  Visitor Online : 2
  Total Visitor : 83231
  IP Anda : 54.196.47.145

PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS

Jl. Lintas Sumatera Kab. Musi Rawas
Sumatera Selatan



Link Terkait