Selamat Datang di Website Pemerintah Kabupaten Musi Rawas

Home Final Repory Studi TIRU EROPA 2018 BUPATI MUSI RAWAS

Final Repory Studi TIRU EROPA 2018 BUPATI MUSI RAWAS

Diposting Tanggal: 21 Sep 2018 | Dilihat : 87 Orang |

LAPORAN KEGIATAN

 

 

Executive Course on Urban Management and Local Economic Development Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS)

&

Studi Tiru Internasional

(Jerman, Belgia, Perancis)

 (The Netherlands – Germany – Belgium - France)

28 Agustus – 6 September 2018

 

 

 


DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI .....................................................................................................................                     i

 

  1. LATAR BELAKANG ........................................................................................................ 1
  2. TUJUAN .................................................................................................................... 1

III.  LOKASI DAN WAKTU KEGIATAN .................................................................................                    2

  1. PESERTA ................................................................................................................... 2
  2. AGENDA KEGIATAN .................................................................................................. 3
  3. LAPORAN KEGIATAN ................................................................................................. 7
  4. Zaanse Schans (ZS), Zaandam ................................................................................. 7
  5. Volendam ............................................................................................................. 8
  6. Courtesy Call ke Kedutaan Besar Republik (KBRI) Belanda ........................................ 9
  7. Capacity Building Pemerintah Kabupaten di bidang perencanaan dan pengelolaan

    wilayah dan kota, oleh Institute of Housing and Urban Development Studies – IHS ....                 10

 

  1. Audiensi dengan The Association of Netherlands Municipalities/Vereniging van

    Nederlandse Gemeenten (VNG) .................................................................................                 15

 

  1. Courtesy Call ke Kedutaan Besar Republik (KBRI) Belgia ........................................... 18

     6.1 European Cocoa Association (ECA) ....................................................................                 19

     6.2 RIKOLTO ..........................................................................................................                 19

  1. 7. Kunjungan Kawasan/Lapangan............................................................................... 20

VII. KESIMPULAN ...........................................................................................................                 22

LAMPIRAN .....................................................................................................................                 23

 

 

 

 


 

  1. LATAR BELAKANG

 

Sejak diperkenalkannya, Undang-undang (UU) No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, yang kemudian terakhir direvisi dengan UU No. 23 dan No. 33 Tahun 2004, telah mengamanatkan bahwa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah harus diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat.

Pada dasar pertimbangannya, UU Pemerintahan Daerah juga menyatakan bahwa efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan antara lain dengan memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah, peluang dan tantangan persaingan global dengan memberikan kewenangan yang seluas-luasnya kepada daerah disertai dengan pemberian hak dan kewajiban menyelenggarakan otonomi daerah dalam kesatuan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara.

Namun demikian, belum banyak pemerintah daerah yang memiliki pengalaman yang memadai dalam sejumlah fungsi-fungsi baru yang didesentralisasikan sehingga menjadi kendala dalam memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kemampuan Pemerintah Daerah merupakan sebuah keharusan dan juga sebagai sebuah tuntutan, baik secara internal maupun secara nasional dan global.

 

  1. TUJUAN

Tujuan Studi Tiru Internasional adalah meningkatan kapasitas aparatur dan kelembagaan dalam hal pemerintah daerah dapat menyerap best practice mengenai pengelolaan pemerintah, pelayanan umum, kiat-kiat pengembangan perekonomian daerah, pembentukan forum bisnis di daerah.

 

 

  • LOKASI DAN WAKTU KEGIATAN

 

Sesuai dengan latar belakang diatas, Studi Tiru Internasional akan mengambil beberapa lokasi di negara-negara berikut ini: Belanda, Jerman, Belgia, dan Perancis. Waktu pelaksanaan studi tiru dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus – 6 September 2018.

 

  1. PESERTA

 

Peserta Studi Tiru Internasional  adalah dari Kepala Daerah Kabupaten (Bupati /Wakil Bupati) beserta jajaran SKPD terkait, yaitu:

 

Tabel 1. Peserta Executive Course on Urban Management and Local Economic Development (IH) &

               Studi Tiru Internasional (Belanda, Jerman, Belgia,  Perancis)

 

No

Nama

Kabupaten

Jabatan

1

Remigo Yolando Berutu

Pakpak Bharat

Bupati

2

Iwan Taruna Berutu

Pakpak Bharat

Kabag Pemb Ekonomi & Kesra

3

Sahat Banurea

Pakpak Bharat

SETDA

4

Jufri Mark Bonardo Simanjuntak

Pakpak Bharat

Kasubsi Protokol Seretariat

5

Arosokhi Waruwu

Nias

Wakil Bupati

6

Nurhayanti

Bogor

Bupati

7

Syarifah Sofiah Dwikorawati

Bogor

Kepala Bappedalitbang

8

Yani Hassan

Bogor

Kadis PUPR

9

Popo Ali Martopo

OKU Selatan

Bupati

10

Imam Nasrullah

OKU Selatan

Adc Bupati

11

Stefanus Bria Seran

Malaka

Bupati

12

Hendra Gunawan

Musi Rawas

Bupati

13

Zuhri Syawal Nanguning

Musi Rawas

Kepala Bappeda

14

Marwan Hamami

Sukabumi

Bupati

15

Yani Jatnika Wijayani

Sukabumi

Penggerak PKK

16

Faida

Jember

Bupati

17

Yessiana Arifa

Jember

Kadis PUPR

18

Achmad Imam Fauzi

Jember

Kepala Bappeda

19

Anas  Maruf

Jember

Kadis Industri & Perdagangan

20

Muslimin Bando

Enrekang

Bupati

21

Saiful Ilah

Sidoarjo

Bupati

22

Sigit Setyawan

Sidoarjo

Kadis PUPR

23

Prihatinah

Serdang Bedagai

Kepala Bappeda

24

Hidayattullah Sjahid

Kepahiang

Bupati

25

Christiany Eugenia Paruntu

Minahasa Selatan

Bupati

26

Muhammad Ilyas Panji Alam

Ogan Ilir

Bupati

27

Emir Aulia Muhammad Dani

Ogan Ilir

Kasubag Protokol

28

Muhammad Ridhon Alatief Kadir

Ogan Ilir

Kabag Humas Protokol

29

Ryonaldo Juliantino Iskandar

Ogan Ilir

Staf Khusus Bid.IT

30

Muhammad Thorig Husler

Luwu Timur

Bupati

31

Johny Kamuru

Sorong

Bupati

32

Hendrik Momot

Sorong

Kadis PUPR

 

 

 

  1. AGENDA KEGIATAN

 

Waktu

Acara

Tempat/Lokasi

Keterangan

Hari 1

28 Agustus 2018 (Selasa)

 

 

 

Keberangkatan:

Garuda 88 : 22.45 – 07.50 +1 hari   

Soekarno – Hatta Airport, Terminal 3

Pakaian: Jaket Peserta, disediakan saat technical meeting atau saat keberangkatan. 

Hari 2

29 Agustus 2018 (Rabu)

 

 

07.50

Tiba di Amsterdam

Amsterdam Schiphol Airport

 

 

09.30 – 11.00

Kegiatan 1:

Mengunjungi Zaanse Schans (ZS), Zaandam:

Zaandam

 

11.30 -13.30

Berkunjung ke situs tradisional Belanda, Volendam
Makan siang di De Koe Restaurant

Volendam

 

14.30 - 16.45

Perjalanan menuju Den Haag

Amsterdam - Den Haag

 

16.45

Check in hotel Novotel Den Haag World Forum

Den Haag

Johan de Wittlaan 42-44, 2517 JR

 

18.30 - Selesai

Courtesy Call/Audiensi & Makan Malam dengan  KBRI Belanda

Den Haag

Tobias Asserlaan 8, 2517 KC

Pakaian: Batik 

Hari 3

30 Agustus 2018 (Kamis)

 

 

06.00 – 07.30

Sarapan Pagi

Hotel, Den Haag

 

08.00 – 08.45

 

09.00 – 09.15

Perjalanan menuju Rotterdam (Institute of Housing and Urban Development Studies - IHS)

Disambut oleh Direktur IHS, Kees van Rooijen

 

Pakaian:

1.    Jas Hitam (Pria)

2.    Blazer Hitam (Wanita)

09.15 – 10.30

Kegiatan 2:

Sesi Kelas 1:

Pemaparan dan Diskusi mengenai Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah

Dr. Carley Pennink, Head International Project & Advisory Services

Rotterdam

IHS

Erasmus University Campus Woudestein

Burg. Oudlan 50

 

10.30 – 12.00

Sesi Kelas 2:

Pemaparan dan Diskusi mengenai Penataan Wilayah dan Kota

Dr. Alex Jachnow, Head of Urban Strategies & Planning thematic group

T. Building 14th flr

3062 PA Rotterdam

 

12.00 – 13.00

Makan Siang di IHS Rotterdam

 

 

13.00 – 14.30

Sesi Kelas 3:

Pemaparan  dan Diskusi mengenai Local Economic Development:

Dr. Jan Fransen, Deputy Director

 

 

14.30 – 17.00

Kegiatan 3: Studi Ekskursi

Kop van Zuid: Cultural Heritage, Urban Regeneration and Local Economic Development. A long term multi-stakeholder strategic planning approach

Diawali dengan kuliah singkat mengenai kawasan Kop van Zuid oleh Mr. Joep Boute dari Rotterdam Municipality

Group 1 & 2

 

18. 30 – 19.30

Makan Malam di Restoran Indonesia di Zoetermeer

Zoetermeer

 

Hari  4

31 Agustus 2018 (Jumat)

 

 

06.00 – 07.30

Sarapan Pagi dan Check out

Hotel, Rotterdam

 

08.00 – 10.00

Kegiatan 4:

Audiensi dengan The Association of Netherlands Municipalities/Vereniging van Nederlandse Gemeenten (VNG)

 

Kantor VNG International
Nassaulaan 12
2514 JS The Hague

 

10.15 – 11.45

Perjalanan menuju Kӧln (Cologne), Jerman

Diantara perjalanan Belanda menuju  Jerman akan singgah di perbatasan Belanda-Jerman. Pada jaman perang area perbatasan ini merupakan tempat pembuangan sampah warga Belanda, namun saat ini telah berubah menjadi area wisata bagi kedua negara). Selain itu, terdapat area penyulingan air limbah yang terletak di kaki bukit.

Belanda – Jerman

 

12.30 – 13.15

Makan siang di Golden Jaguar Bocholt, Jerman

Barendorfstrasse 2a. Bocholt

 

13.15 – 15.00

Melanjutkan perjalanan menuju Kӧln

 

 

15.30 – 16.30

Pertemuan dan Diskusi dengan Pemerintah Kota Kӧln mengenai implementasi kebijakan energi terbarukan

 

Batal; Pemerintah Kota Kӧln tidak dapat menerima kunjungan pada hari & tanggal yang panitia usulkan

15.30 – 16.30

Sholat di Masjid Agung Kӧln (Cologne Central Mosque)

Kӧln, Jerman
Venloer Str. 160, 50823

 

16.30 – selesai

-          Check in Hotel Mondial am Dom

 

Kӧln

Kurt Hackenber Platz 1

 

 

-          Makan Malam  di restoran Peking Am Dom

Marzellenstrasse 2 50667

 

 

-          Acara Bebas

 

 

Hari 5

1 September 2018 (Sabtu)

 

 

07.00 – 08.00

Sarapan Pagi dan Check out

Hotel, Kӧln

 

09.00 – 12.00

Perjalanan menuju Brussel

Jerman – Belgia

 

12.15 – 12.30

Disambut pihak KBRI Belgia

Brussel, Belgia

KBRI Brussels Boulevard de la Woluwe 38, 1200 

 

12.30 – 16.00

Kegiatan 7:

 

 

Pertemuan di KBRI Belgia:

-          Makan Siang

-          Courtesy Call/Audiensi dengan KBRI Belgia

-          Pertemuan dengan European Cacao Association (ECA): Pemasaran hasil produksi kakao dan keberlanjutan (sustainability) hasil pertanian kakao

-          Pertemuan dengan RIKOLTO: Pemasaran hasil produksi kakao dan keberlanjutan (sustainability) hasil pertanian kakao

KBRI Brussels

 

Pakaian: Batik

16.30 – selesai

-          Check In Hotel Warwick

-          Makan Malam

Brussel, Belgia

Rue Duquesnoy 5, 1000

 

 

-          Acara Bebas

Brussel

 

Hari  6

2 September 2018  (Minggu)

 

 

07.00 – 09.00

Sarapan Pagi dan Check out

Hotel, Brussels

 

09.30

Perjalanan menuju Perancis, Marne La Valle

Belgia - Perancis

 

12.00 – 13.00

Makan Siang di Royal Dynastie

Route de marcoing, Shopping Valley, 59267 Proville Chambrai

Proville , Perancis

 

15.30 – 16.30

Check in Hotel di Novotel Marne la Vallée Noisy le Grand

 

2 Allée Bienvenue, 93160 Noisy-le-Grand

 

16.45 – 18.30

Tour keliling kawasan Marne la Vallée

Marne la Vallée

 

18.45 - selesai

Makan Malam di resto Vietnamese L’Obus

1870, 2 rue Gambetta, Neuilly – sur-Marne

 

 

Istirahat/Acara bebas

Marne La Vallee

 

Hari 7

3 September 2018 (Senin)

 

 

07.00 – 08.00

Sarapan Pagi

Hotel, Marne La Vallee

 

08.30 – 11.00

Kegiatan 8:

Pengembangan Industri Pengolahan Kulit Tas di Paris, Pantin (City of  Trades -Cité des métiers)

rue Auger, Pantin, Seine-Saint-Denis

Batal: Hari Senin tidak untuk umum.

12.00 – 14.00

Makan Siang di Panasia di Galery La Fayette

Paris, Perancis

 

14.30 – selesai

Tour Louvre Museum

Tour Menara Eifel

Tour Arc de Triomphe, Champs Elysees

Paris, Perancis

 

18.00 – 19.00

Makan malam di restoran Borneo di Paris

Marche Vaugirard, Paris, Perancis

 

Hari 8

4 September 2018  (Selasa)

 

 

06.00 – 07.00

Sarapan Pagi

Paris, Perancis

 

08.00

Check – Out Hotel

Paris, Perancis

 

08.15

Perjalanan menuju  Roermond

Perancis - Belanda

 

12.45 – 16.30

Makan Siang dan Acara Bebas di area Outlet Roermond

Roermond, Belanda

 

17.00

Perjalanan Menuju Amsterdam

 

 

18.00

Check-In Hotel  Hyatt Place Amsterdam, Hoofddorp

Rijnlanderweg 800, 2132 NN Schipol

 

19.00

Closing Program Dinner & night tour Amsterdam

Amsterdam

 

Hari 9

5 September 2018 (Rabu)

 

 

06.00 – 07.00

Sarapan Pagi

Amsterdam

 

07.30

Check – Out Hotel

Amsterdam

 

08.00

Menuju Schipol Airport

Amsterdam

 

08.30

Check In and Immigration Process

Schipol Airport

 

12.05

Penerbangan kepulangan menuju Jakarta

GA 89: 12.05-06.50+1hari (Direct)

 

 

Hari 10

6 September 2018 (Kamis)

 

 

06.50

Tiba di Soekarno Hatta Airport , Cengkareng.

Soekarno – Hatta Airport, Terminal 3

 

 

 


  1. Laporan Kegiatan

 

Setibanya di Bandara Udara Internasional Schipol, Amsterdam seluruh peserta oleh panitia langsung dibawa untuk mengunjungi ke dua  tempat yaitu Zaanse Schans (ZS) dan Volendam.

 

  1. Zaanse Schans (ZS), Zaandam

 

Foto 1. Zaanse Schans Area

Zaanse Schans merupakan saksi sejarah dalam industri, dan masuk dalam daftar ERIH (European Route of Industrial Heritage). Bagaimana sebuah daerah dengan sumber daya yang terbatas dengan kondisi lahan basah dan berada di tanah yang datar, . Dari kondisi lahan yang basah, yaitu dengan memanfaatkan angin dapat menghasilkan rumah-rumah industri dengan windmills nya. Di jaman nya, windmills merupakan hal revolusioner dalam bidang industri, dilengkapi dengan poros engkol atau kruk as (crankshaft) merubah angin menjadi sumber energi untuk berbagai macam kebutuhan, dari menggiling biji-bijian seperti gandum, kacang-kacangan menjadi minyak, sampai untuk memompa air. Dengan mekanisme seperti ini, setiap windmills merupakan ‘pabrik’ kecil tersendiri didalamnya.

 

 

Sumber daya alam negara agraris adalah lahan pertanian, sungai (irigasi) dan fasilitas pemukiman dan infrastruktur produksi lainnya seperti kincir angin yang dibuat dari bahan baku setempat seperti kayu. Hasil pertanian dan perternakan juga khas seperti gandum (roti), kue rempah-rempah (spekulaas) dan susu (keju). Ini semua merupakan peninggalan bersejarah (saujana) yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ‘heritage’ negeri Belanda dan bila dikemas (branding) bisa menjadi daya tarik dan destinasi pariwisata dan menghasilkan pendapatan daerah. Inovasi pencitraan ini bisa menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan (memelihara lingkungan pertanian). Didaerah yang minim sumber daya alam, inovasi mencari nilai tambah dari keterbatasan dan terus mencari hilir dari suatu mata rantai adalah bagian penting dari pelajaran suatu studi-tiru ini.

 


  1. Volendam

 

Volendam dulunya merupakan Desa yang telah ada pada tahun 1462, sebuah desa kecil petani dan nelayan, dan secara bertahap berkembang menjadi desa yang makmur. Penduduknya sebagian besar beragama Katolik.

Sejak tahun 1870, masyarakat nelayan otentik dengan hidup dalam tradisi kuno yang merakyat. Rumah mereka sangat indah dengan kayu di cat warna warni, yang sekarang menjafi asset bangsa untuk mengilhami seniman dan wisatawan.

 

Pada tahun 1884 perusahaan steamboat lokal membuka layanan reguler dari Amsterdam langsung menuju pulang Marken, dimana biasanya pegadang-padagang menuju Marken melalui Volendam. Sehingga, jarak Amsterdam-Marken meraih sukses besar, dan penduduk desa Volendam mengalihkan pekerjaannya sebagai PEDAGANG ikan, bukan pencari ikan ( nelayan ).

 

Dan Marken sukses besar dengan menjadikan pulau kecil ini sebagai salah satu tujuan wisata Holland, lewat Volendam hingga saat iini.

 

  1. Courtesy Call ke Kedutaan Besar Republik (KBRI) Belanda

 

Kunjungan ke KBRI di Belanda diterima langsung oleh Duta Besar RI untuk Belanda, Bapak H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja. Pada saat kunjungan tersebut duta besar banyak memberikan informasi tentang peluang kerjasama perdagangan antara Indonesia dan Belanda terutama dalam ekspor kopi dan rempah-rempah. Pada pertemuan tersebut pihak APKASI yang diwakili oleh Bupati Sidoarjo juga memberikan sambutan dan ucapan terimakasih kepada pihak KBRI Belanda yang telah menerima seluruh Delegasi APKASI yang ikut dalam program ini.

 

Pertemuan ini merupakan kesempatan yang sangat baik sebagai saluran promosi potensi dan pariwisata masing-masing kabupaten. Pada kesempatan ini ke-16 Kabupaten yang turut serta pada program ini memberikan cinderamata dan memperkenalkan beberapa komoditi unggulan daerah masing-masing. Antara lain komoditi Kopi yang dibawa oleh Kabupaten Musi Rawas, Jember, Enrekang.  Komoditi lada oleh Kabupaten Luwu Timur, komoditi gambir yang telah diolah menjadi minuman herbal dibawa oleh kabupaten Pak-pak Bharat. Selain komoditi unggulan, seluruh kabupaten peserta juga menginformasikan potensi wisata yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten.

 

Pada kesempatan pertemuan tersebut dihadiri pula oleh beberapa atase dan Staf KBRI Belanda yang telah membantu persiapan acara pertemuan ini, antara lain:

  1. Ibu Dewi Rokhayati, Atase Perdagangan.
  2. Bpk. Noorman Efendi, Konsuler Bidang Fungsi Ekonomi
  3. Ibu Monika Ari Wijayanti, Sekretaris Pertama Bidang Fungsi Ekonomi
  4. Ibu Agnes Fitria Nurhasanah, Staf Bidang Fungsi Ekonomi 

 

  1. Capacity Building Pemerintah Kabupaten di bidang perencanaan dan pengelolaan wilayah dan kota, oleh Institute of Housing and Urban Development Studies – IHS

The Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS) merupakan lembaga pendidikan, konsultansi dan penelitian yang terletak di Erasmus University Rotterdam. IHS diakui secara internasional mempunyai reputasi terkemuka di bidang perencanaan dan pengelolaan wilayah dan kota (regional and urban management) dan housing. Alumni IHS telah tersebar di seluruh dunia termasuk 9.000 pelaku tata kota (urban) aktif dari profesi arsitek, ahli sosial, ahli ekonomi, sampai pekerja pelayanan publik, pegawai negeri, dan pejabat pemerintah.

 

IHS merupakan lembaga peningkatan kapasitas baik bagi aparat maupun dari aspek kelembagaan dengan misi untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup perkotaan. Pendekatan IHS dengan cara cross-fertilization dari tiga kegiatan: pendidikan, konsultansi, dan riset terapan. Dengan menggabungkan teori dan praktek, para pelaku urban dan ahli wilayah akan secara optimal bekerja di lapangan dengan keahlian yang dapat diterapkan di negaranya masing-masing, dan dengan begitu peserta dan klien IHS akan mendapatkan fasilitasi dan  pelatihan yang sangat relevan. Masukan dari berbagai kegiatan advisory dan aktivitas riset direfleksikan di ruang kelas terutama agar peserta kursus mendapatkan keuntungan dari pengetauan yang kaya dan professional.

 

Keunggulan yang dimiliki IHS diharapkan dapat menyediakan peluang bagi pemerintah kabupaten baik aspek aparatur maupun kelembagaan untuk peningkatan kapasitas di bidang perencanaan dan pengelolaan wilayah dan kota.

 

Melalui Executive Course on Urban Management and Local Economic Development,  kegiatan di IHS adalah terbagi dalam sesi kelas sebagai berikut: 

 

  1. Sebelum nya peserta course disambut oleh Direktur IHS, Kees van Rooijen, sekaligus juga memperkenalkan program yang akan dijalani oleh peserta.

 

  1. Pemaparan dan Diskusi mengenai Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah, oleh Dr. Forbes Davidson yang menggantikan Dr. Carley Pennink sebagai Head International Project & Advisory Services.
  • Diskusi tentang permasalahan kapasitas untuk manajemen pembangunan perkotaan di Indonesia dan bagaimana untuk meningkatkan efektivitas
  • Peningkatan Kapasitas sebuah konsepsi baru dari pemerintah ke tata pemerintahan (good governance)

 

  • pengembangan kapasitas lebih dari pelatihan dan kebutuhan untuk tindakan pelengkap dalam pengembangan organisasi dan kerangka kerja kelembagaan
  • Harus tertanam di dalam konteks sosial, ekonomi, lingkungan, politik yang relevan
  • Bidang utama pengembangan kapasitas adalah pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan organisasi (kelembagaan), keduanya saling terkait menyangkut dukungan dan hambatan antara faktor individu (sumber daya manusia), organisasi dan kerangka kerja kelembagaan
  • Penting dalam pengembangan kapasitas adalah menentukan kebutuhan dan penyediaan pendanaan yang pada akhirnya dapat mendukung strategi pembangunan. Setelah mengidentifikasi kebutuhan, maka dapat menentukan pemasok/provider pengembangan kapasitas secara efektif, dalam hal ini adalah mekanisme permintaan (kebutuhan) dan penawaran.
  • Tantangan baru dalam pengelolaan pembangunan daerah dan perkotaan adalah sebagai berikut: (i) kerjasama antara daerah/kota terhubung dengan kompetisi internasional; (ii) pembangunan berkelanjutan yang secara inklusif berwawasan lingkungan (green development) dan ketahanan iklim; (iii) perencanaan strategis daerah/kota yang terpadu; (iv) mengupayakan peningkatan mobilisasi sumber daya local untuk pendanaan pembangunan; dan (v) membangun dan mengelola jaringan tata pemerintahan.
  • Kesimpulan dari sesi ini bahwa perermasalahan/isu-isu kunci dalam pengembangan kapa sitas adalah sebagai berikut:
  • Perencanaan pengembangan kapasitas yang terarah, sesuai dengan kebutuhan
  • Pengkajian kapasitas untuk dilaksanakan, baik oleh pemerintah daerah maupun mitra terkait
  • Penyusunan strategi pengembangan kapasitas sebagai bagian dari strategi pembangunan
  • Pemanfaatkan kerjasama dengan mitra: (i) asosiasi pemerintah daerah dan antar daerah/kota lainnya; dan (ii) penyedia jasa pengembangan kapasitas: konsultan, lembaga pelatihan, dan universitas baik pada skala lokal, nasional dan internasional.

 

 

  1. Pemaparan dan Diskusi mengenai Perencanaan dan Penataan Wilayah dan Kota, oleh Dr. Alex Jachnow sebagai Head of Urban Strategies & Planning thematic group.

 

  • Pengembangan permasalahan dalam pembangunan daerah/perkotaan

Semua daerah/kota berbeda-beda dan memiliki karakteristik masing-masing. Namun kecenderungan dan masalah nya masing-masing daesrah hampir sama, yaitu:

  1. Dampak globalisasi
  2. Pertumbuhan yang sangat cepat - di kota-kota besar
  3. Perubahan iklim dan cuaca ekstrim
  4. Peningkatan kesenjangan pendapatan
  5. Kekurangan dana/pembiayaan

 

  • Penjelasan diatas mengambil contoh kota Rotterdam sebagai kota pelabuhan.
  1. Perubahan-perubahan akibat dari globalisasi dan pelabuhan berarti perlu untuk menemukan kembali kawasan pelabuhan lama dan menemukan cara-cara baru dalam hal perencanaan dan pembiayaan dengan banyak mitra - membutuhkan pendekatan baru “jaringan tata pemerintahan"
  2. Perubahan iklim merupakan isu/permasalahan besar bagi Rotterdam, tetapi juga dilihat sebagai peluang untuk pengendalian dalam pengelolaan sumber daya air.
  3. Pembangunan Berorientasi Transit (Transit Oriented Development – TOD) untuk mengatasi masalah dengan pembangunan pusat transportasi untuk membantu menumbuhkan kembali pusat kota. Jalur metro baru (Randstad Rail) dibuat untuk menghubungkan Den Haag, bandara dan lokasi-lokasi perumahan baru.

Hal ini merupakan pendekatan terpadu, dimana kawasan perumahan baru yang dirancang di sekitar jaringan metro dan melibatkan koordinasi dari berbagai tingkat pemerintahan, sektor-sektor yang berbeda, sektor swasta, yaitu wujud-wujud baru dalam tata pemerintahan.

 

  • Pada sesi ini diskusi dilakukan dengan sistem focus group discussion (FGD). Peserta mengisi kartu mengenai pembangunan daerah/kota, identifikasi masalah/hambatan pengelolaan pemerintahan. Dengan FGD ini peserta dapat diarahkan secara konseptual mengenai pembangunan daerah/kota dan tata pemerintahan yang mendukung nya serta dalam menentukan isu dan mencari solusi.

 

  1. Pemaparan dan Diskusi mengenai Pengembangan/Pembangunan Ekonomi Lokal (Local Economic Development - LED), oleh Dr. Jan Fransen, Deputi Direktur IHS

 

  • LED adalah bagaimana para pelaku (stakeholder) secara bersama-sama mengatur/mengelola sumber daya lokal dan sumber daya lainnya untuk mendorong ekonomi lokal. Sehingga hal ini akan dipengaruhi aspek-aspek berikut: (i) Isu-isu pola-model interaksi antar pihak/tata pemerintahan, (ii) kebijakan, (iii) pengelompokan klaster, (iv) perdagangan, (v) budaya, dan (vi) inovasi

 

  • Tujuan dari LED adalah:
  • peningkatan kesejahteraan (ekonomi) secara keberlanjutan; dan
  • untuk menghasilkan kebijakan lokal yang spesifik dan pola-model interaksi antar pihak/tata pemerintahan

 

  • Oleh karena itu yang menjadi target dalam LED lebih banyak kepada unsur-unsur berikut:
  • Usaha-usaha lokal, termasuk UKM (dan jaringannya)
  • Wirausaha baru/pemula
  • Investor-investor ekstenal

 

  • Mengambil kasus Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan. Sebagai kota budaya dengan kondisi lingkungan dimana ketersediaan sumber daya yang banyak tercipta klaster kerajian sebagai produksi lokal yang akhir nya menjadi suatu sektor yang matang dengan kapasitas ekspor yang pesat. Keterkaitan ini menjadikan LED di Yogyakarta bersumber dari industri kreatif.

 

  • Dukungan eksternal: pola-model interaksi antar pihak/tata pemerintahan:
  • Kebijakan modernisasi terpusat (sentralisasi) yang gagal
  • tata pemerintahan ekonomi desentralisasi: asosiasi bisnis, perencanaan daerah, keuangan mikro, dukungan pengembangan bisnis, dukungan responsif stelah gempa bumi, perbaikan infrastruktur
  • Tata pemerintahan dapat menunjang keberhasilan LED: jaringan tata pemerintahan yang berkapasitas; lingkup (sektor) dan pendalaman/keseriusan mengupayakan; menjadikan daerag yang telah berhasil menjadi sebuah pembelajaran

 

  • City Branding (penciptaan citra/identitas kota): Fokus utama dari pemasaran kota adalah untuk mengkomunikasikan citra dari kota, menyiratkan "city branding" sebagai alat terbaik untuk mempengaruhi cara kota ini dipersepsikan. Pengkomunikasian ini dapat dilakukan dalam beberapa level:
  • Komunikasi Primer: melalui infrastruktur dan lansekap yang menjadi simbol/ciri daerah
  • Komunikasi Sekunder: membangun citra, iklan. Berorientasi eksternal; fokus pada penghuni
  • Komunikasi Tersier: dari mulut ke mulut dan media

 

  • Kesimpuluan instrumen LED:
  • tata kelola jaringan yang berkapasitas
  • Pengelompokan klaster: “Porter’s diamond” (berlian Porter)
  • “Attracting creative class” (kelas kreatif yang menarik)
  • “City marketing” (pemasaran kota)

 

 

Studi Ekskursi Kop van Zuid

 

Selanjutnya setelah sesi kelas dilakukan Studi Ekskursi ke kawasan Kop van Zuid.  Sebagai penerapan dari perkuliahan pada sesi kelas sebelumnya, kawasan Kop van Zuid dipilih karena dibentuk nya kawasan ini mencakup beberapa aspek, yaitu Cultural Heritage, Urban Regeneration and Local Economic Development. Penting untuk diperhatikan dalam studi ekskursi ini adalah bagaimana penerapan pendekatan dalam perencanaan pembangunan strategis jangka panjang yang melibatkan multi-stakeholder, yaitu pemerintah, unsur masyarakat, lembaga non-pemerintah, dan swasta atau wirausaha dari kecil, menengah sampai besar.

 


 Kop van Zuid merupakan wilayah yang bertetangga dengan Rotterdam, Belanda, tepatnya berada di tepi selatan Nieuwe Maas. Wilayah ini relatif baru dan dibangun lahan pelabuhan lama dan tidak terpakai lagi yang terletak sekitar Binnenhaven, Entrepothaven, Spoorweghaven, Rijnhaven, dan Dermaga Wilhelmina. Area pelabuhan Rotterdam dan Nieuwe Mass secara fisik membentang jarak yang cukup jauh antara bagian tengah dan utara Maas (sungai) dengan bagian selatan Rotterdam. Dengan pengalihan fungsi area ini menjadi wilayah urban disertai dengan penyediaan infrastruktur yang memadai, diharapkan akan dapat menyatukan bagian utara dan selatan dari kota Rotterdam.

Kemajuan dari suatu daerah akan tergantung kepada peran dari pemerintah daerah dan  mitra-mitra lainnya termasuk swasta, masyarakat dan lembaga-lembaga non-pemerintah lainnya. Pendekatan yang terpadu, berkelanjutan dan inovatif diperlukan untuk mendorong perkembangan ekonomi daerah yang berdasarkan SDA, SDM dan kekhasan lokal.

 

Kop van Zuid telah menjadi perkotaan dengan business district diramaikan gedung-gedung pencakar langit salah satunya yang menjadi new icon adalah De Rotterdam, didalamnya terdapat  fasilitas hotel bintang-4, perkantoran, pertokoan, restoran, pusat kebugaran dan parkir. Selain itu, Kop van Zuid juga menyisakan bangunan-bangunan pada  era saat orang-orang membanjiri daerah ini untuk berangkat ke Amerika menggunakan perahu uap.   The Cruise Terminal dan Hotel New York menjadi tempat yang menunjukan sejarah migrasi tersebut terjadi.

 

Rotterdam memiliki banyak tanah eks-pelabuhan, untuk itu perlu perencanaan strategis jangka panjang  yang melibatkan  dan mampu menarik investasi dari semua bagian dari masyarakat setempat dalam ‘peremajaan’ daerah-daerah ‘terbelakang’ dan ‘terbengkalai’. Hal ini berakibat kepada peningkatan kegiatan ekonomi lokal, peningkatan fasilitas dan pelayanan masyarakat dan menjadi daya tarik pariwisata baru dan perbaikan citra kota. Investasi fisik dan non-fisik ini merupakan bagian dari masterplan atau tata-ruang Rotterdam dan sekitarnya.

 

  1. Audiensi dengan The Association of Netherlands Municipalities/Vereniging van Nederlandse Gemeenten (VNG)

 

VNG merupakan asosiasi pemerintah daerah Belanda yang saat ini terdiri dari  380 municipalities, termasuk daerah khusus bekas koloni Belanda, seperti Bonaire, Aruba, dab St Maarten.

 

VNG berdiri pada tahun 1912 dan pada tahun 1950 seluruh kota pemerintahan di Belanda menjadi anggota VNG.

 

VNG sebagai lembaga representatif pemerintah kota di Belanda bersama-sama mendukung dan mempromosikan kekuatan dan kualitas pemerintah lokal. VNG memfasilitasi pemerintahan kotamadya dalam hal pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai implementasi kebijakan nasional dan lokal. Selain itu VNG juga merupakan lembaga yang memiliki wewenagn dalam melakukan lobi-lobi dengan beberapa lembaga lainnya/pihak swasta dengan mengatasnamakan  pemerintahan kotamadya di berbagai platform, antara lain:

 

  •  Bidang hukum
  • Pelayanan Publik
  • Mediator Pemerintahan Kotamadya
  • Pengembangan Produk dan Jasa Pelayanan

APKASI diterima oleh pihak VNG yang di wakili oleh Irene Oosteveen, Senior Project Manager. Pada pertemuan tersebut VNG memaparkan cara kerja VNG yang merupakan salah satu lembaga yang bernaung di pemerintahan Belanda. Pihak APKASI yang diwakili oleh Bupati Pak-pak Bharat memberikan pemaparan mengenai APKASI.

 

Pada pertemuan tersebut banyak hal yang dapat diperoleh peserta khususnya  informasi kerjasama lembaga dan pemerintahan dalam hal membangun kota. Beberapa peserta cukup antusias menggali informasi antara lain, siapa saja yang dapat menjadi anggota, pembagian tugas antara VNG dan pemerintah, Project apa saja yang menjadi target kerja VNG, dan beberapa pertanyaan lainnya.

 

Setelah melakukan sesi tanya jawab, peserta diberikan kesempatan untuk sesi foto bersama dan dijamu oleh pihak VNG sambil melakukan pertukaran informasi antara pihak VNG dan APKASI.

 

 

  1. Courtesy Call ke Kedutaan Besar Republik (KBRI) Belgia

 

Kunjungan ke KBRI di Belgia  diterima langsung oleh Duta Besar RI untuk Belgia, Luxemburg dan Uni Eropa, Bapak H. E. Mr. Yuri O beserta jajaran atase dan staf KBRI. Dalam pertemuan tersebut pihak KBRI turut mengundang lembaga dan pengusaha yang terlibat pada sektor industri coklat, antara lain Ostend House of Economy/Government, European Cacao Association (ECA), RIKOLTO, Canal Z, Indobite, Javanusa, Unispices Wazaran, Pengusaha industri coklat (Chocolatier).

 

Pada kesempatan pertemuan tersebut Bapak Duta Besar selaku tuan rumah menginformasikan banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah khususnya di tingkat kabupaten untuk dapat melakukan kerjasama dengan beberapa pelaku usaha di Belgia khususnya pelaku pertanian coklat. Hal ini merupakan kesempatan bagi beberapa peserta untuk dapat secara langsung mempromosikan produk atau komoditi unggulannya, seperti Kabupaten Jember dan Kabupaten Enrekang yang daerahnya menjadi sentra-sentra dan pusat penilitian kopi dan coklat di Indonesia.

 

Pada pertemuan tersebut pihak APKASI yang diwakili oleh Bapak Bupati Malaka memberikan sambutan dan ucapan terimakasih kepada pihak KBRI yang telah menerima peserta dan menyambut dengan baik kedatangan peserta program ini.

 

Pihak-pihak yang hadir pada pertemuan tersebut adalah:

  1. KBRI Belgia
  • Yuri O. Thamrin, Duta Besar RI untuk Belgia, Luxemburg & Uni Eropa
  • Wahida Maghraby, Agriculture Attache, Indonesian Embassy
  • Merry Astrid, Trade Attache, Indonesian Embassy
  • S. Ari Wardhana, Head of Economic Function, Indonesian Embassy
  • Andi Sparringa, Third Secretary, Indonesian Embassy
  • Ardiyanto, Customs Attache, Indonesian Embassy
  • Ari Indarto, Industry Attache, Indonesian Embassy
  • Alle Bernama, Third Secretary, Indonesian Embassy

 

  1. Lembaga dan Pelaku Usaha
  • Willy Epding, Ostend House of Economy
  • Catherine Entzminger, European Cacao Association
  • Johan Lubbe-Bakke
  • Michaela Boyen, RIKOLTO
  • Laurent Gerbaud, Chocolatier
  • Catherine Laverge, Canal Z
  • Hin Njoo, Indobite
  • Sara Datuk, Javanusa
  • Heykal Barbeit, Unispices Wazaran
    • European Cocoa Association (ECA)

 

 European Cocoa Association (ECA) adalah asosiasi perdagangan yang menyatukan perusahaan-perusahaan besar di Eropa yang bergerak pengolahan serta perdagangan biji coklat, penyimpanan dan kegiatan-kegiatan logistik lainnya yang berhubungan dengan biji coklat. Secara keseluruhan, anggota ECA mewakili 2/3 penggilingan biji coklat di Eropa, setengah dari industri produk coklat di Eropa dan 40% dari produk coklat dalam minuman keras, butter dan dalam bentuk bubuk. ECA diberi keleluasaan untuk memonitor dan melaporkan jika ada hal yang berpengaruh terhadap sektor biji coklat ini, baik dalam bidang regulasi maupun aspek keilmuan pengembangan coklat. Selain itu ECA secara aktif tergabung dalam forum-forum yang berhubungan dengan pengembangan industri kakao beserta keberlanjutan ekonomi kako, baik di tingkat Eropa maupun Internasional.

 

  • RIKOLTO

 

 RIKOLTO merupakam organisasi petani yang dikelola dengan baik dan ingin memiliki akses yang lebih baik ke pasar dan keuangan, atau berusaha untuk melibatkan generasi petani berikutnya, mempertimbangkan untuk bermitra dengan RIKOLTO (sebelumnya VECO).

RIKOLTO bertujuan berinvestasi dalam organisasi petani kecil, untuk dapat bermitra dengan RIKOLTO. Dengan memiliki pengalaman  40 tahun bekerja langsung dengan organisasi petani kecil di tiga benua, RIKOLTO dapat memberikan akses ke dan pemahaman tentang organisasi produsen bankable. Serta membuat mata rantai suplai petani kecil lebih terakses dan berkelanjutan. Lembaga ini mengkhususkan diri dalam penyesuaian kebijakan dan praktik sumber daya yang secara langsung menghubungkan Anda dengan organisasi produsen petani kecil yang profesional dan andal.

 

Saat ini RIKOLTO di Indonesia memungkinkan dan mendukung petani kecil dalam hal mengambil peran mereka dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan dan berkontribusi memberi makan populasi dunia yang tumbuh secara berkelanjutan.

 

 

 

  1. Kunjungan Kawasan/Lapangan

 

Dalam program ini selain kegiatan formal atau kunjungan resmi peserta juga diajak untuk melihat beberapa kawasan yang dapat dijadikan contoh untuk dikembangkan di daerahnya masing-masing antara lain:

 

  • Perbatasan Negara Belanda – Jerman

 

Diantara perjalanan Belanda menuju Jerman rombongan singgah di perbatasan Belanda-Jerman. Pada jaman perang area perbatasan ini merupakan tempat pembuangan sampah warga Belanda, namun saat ini telah berubah menjadi area wisata bagi kedua Negara, seperti yang terlihat pada foto di bawah ini:

 


  • Marne La Vallee

 

Merupakan salah satu kota baru dikawasan Metropolitan Paris (Isle de France) yang dicanangkan sebagai salah satu pusat perkembangan baru didaerah Metropolitan Paris. Dengan jarak tempuh yang terjangkau dari pusat kota Paris, dibangun pusat-pusat pemukiman terpadu maupun lokasi pusat-pusat  kegiatan baru seperti Disneyland dan Factory Outlet

 

 

  • KESIMPULAN

 

Seacara keseluruhan Program Executive Course on Urban Management and Local Economic Development Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS) dan Studi Tiru Eropa 2018 ini di 4 (empat) Negara yaitu, Belanda, Jerman, Belgia dan Perancis telah menambah ilmu dan wawasan untuk seluruh peserta dalam membangun dan mengembangkan wilayah berdasarkan kemampuan ekonomi lokal yang telah ada di kabupaten setiap peserta.

 

Selain itu, informasi yang diberikan oleh pihak Kedutaan Besar yang di kunjungi yaitu KBRI Belanda dan KBRI Belgia memberikan peluang untuk kabupaten peserta dapat menyalurkan potensi daerah masing-masing yaitu berupa komoditi unggulan khusus untuk komoditi pertanian.

 

Diharapkan setelah berakhirnya program ini peserta banyak mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan kelembagaan dalam hal pemerintah daerah serta dapat menyerap best practice mengenai pengelolaan pemerintah, pelayanan umum, kiat-kiat pengembangan perekonomian daerah, pembentukan forum bisnis di daerah masing – masing.

 

Selengkapnya dapat dilihat di link berikut

Final Report STUDI TIRU EROPA 2018_17 Sept 2018 (wecompress.com)

 


Tags :   

Polling

Bagaimana Tampilan Website ini ?

Bagus Sekali
Lumayan Bagus
Sederhana
Tidak Menarik

Agenda Terbaru

  Hit Today : 587
  Total Hit : 585422
  Visitor Online : 1
  Total Visitor : 119184
  IP Anda : 54.166.130.157

PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS

Jl. Lintas Sumatera Kab. Musi Rawas
Sumatera Selatan



Link Terkait